Kisah

Berikut Proses Penciptaan Manusia Versi Al Quran

Di dalam kitab suci Al Qur’an, semua hal telah dijelaskan. Semakin dalam kita mempelajari kandungan di dalamnya, kita akan dibuat takjub dengan banyaknya penemuan-penemuan ilmiah yang ternyata sudah lebih dulu dijelaskan di dalam Al Qur’an. Dibandingkan dengan penemuan-penemuan tadi, Al Qur’an telah turun ribuan tahun sebelum manusia bahkan mempelajari tentang sains.

Dari banyaknya hal yang bisa kita pelajari, salah satunya adalah tentang penciptaan manusia menurut Al Qur’an. Dengan mengetahui penciptaan manusia, niscaya kita sebagai muslim akan memiliki tingkat keimanan dan ketakwaan lebih tinggi.

Dalam QS Al-Mu’minun ayat 12-14, tahap perkembangan janin di dalam rahim dijelaskan secara mendalam dan jelas. Allah SWT berfirman, “Dan Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang.”

Dari surat Al Mu’minun di atas, kita akan membahas proses penciptaan manusia dari fase-fase berikut:

  • Fase Pertama (Tanah)

Allah SWT dalam QS Shad ayat 71 berfirman “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah.” Hakikat tanah di sini adalah zat yang berasal dari bahan makanan di mana bahan makanan manusia maupun hewan semuanya berasal dari tanah. Dari makanan itulah yang kemudian diproses menjadi darah. Selanjutnya, air mani atau sperma diproduksi.

  • Fase Nutfah (Air Mani)

Yang dimaksud dengan nutfah adalah nutfah laki-laki atau sperma dan nutfah perempuan atau sel telur. Nutfah dalam hal penciptaan manusia juga bisa diartikan sebagai campuran keduanya. Dalam QS Fathir ayat 11 dijelaskan, “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan).”

  • Fase ‘Alaqah (Segumpal Darah)

Setelah fase Nutfah, selanjutnya dari penciptaan manusia menurut Al Qur’an adalah fase pembentukan organ tubuh atau disebut fase ‘Alaqah. Fase ‘Alaqah memiliki sifat aluq atau bergantung. Kenapa disebut bergantung? Karena di masa inilah persiapan pembentukan organ-organ janin bergantung di dinding Rahim. Pada QS Al-‘Alaq ayat dua, Allah SWT berfirman, “Dia telah menciptakan manusia dari alaq (segumpal darah).”

  • Fase Mudhgah (Segumpal Daging)

Dalam fase Mudhgah, segumpal daging dan lempengan bernama plasenta akan membawa oksigen dan nutrisi yang dibawa dari aliran darah ibu menembus plasenta dan diberikan kepada sang bayi. Fase ini berakhir pada hari ke 120 di mana Allah SWT akan mengutus malaikat dan meniupkan ruh pada sang bayi.

  • Fase ‘Idzam (Tulang)

Setelah ditiupkannya ruh, selanjutnya akan muncul jaringan-jaringan yang membentuk semua struktur tulang dalam tubuh. Dari hadits Hudzaifah bin Usaid sesuai yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila nutfah telah berusia empat puluh dua malam, maka Allah mengutus malaikat, lalu dibuatkan bentuknya, diciptakan pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan tulangnya.”

  • Fase Kisa al-‘idzam bil-lahm (Pembungkus Daging)

Setelah sel-sel tulang tercipta, yang terbentuk setelahnya adalah sel-sel daging yang membungkus tulang. Fase ini dimulai akhir minggu ketujuh dan berlangsung hingga minggu kedelapan.

  • Fase ‘Insya (Pembentukan Manusia)

Dibandingkan fase-fase lain di atas, fase pembentukan manusia ini berjalan lebih cepat. Organ-organ tubuh seperti badan, bentuk kepala, dan organ-organ lain mulai berkembang dan bekerja sesuai fungsinya.

Di dalam Al-Qur’an, segala sesuatunya telah dijelaskan. Mulai dari perintah beriman dan bertakwa kepada-Nya, hingga banyak hal yang berkaitan dengan sains seperti halnya penciptaan manusia menurut Al Qur’an. Dengan mengenal lebih dalam tentang kebesaran Allah SWT, kualitas kita sebagai muslim akan naik tingkat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close