KeislamanUmum

Keutamaan Hari Tasyrik dan Amalan-amalannya Yang di Sunnahkan Untuk di Kerjakan

Hari Tasyrik menurut ahli bahasa dan ahli fikih adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha (nahar) yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tasyrik sendiri artinya adalah cerah atau terik. Oleh karena itu, wajar jika hari-hari ini dinamakan tasyrik karena di hari-hari tersebut daging-daging qurban didendeng (dipanaskan di bawah terik matahari). 

Jumhur ulama menyatakan disunnahkan takbiran setelah sholat fardhu di hari-hari tasyrik. Selain karena itu bagian dari amal shalih, juga secara praktik ada beberapa sahabat yang sudah melakukannya.

Pada hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam musnadnya disebutkan:

 ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر فاكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu. 

Dalam madzhab Syafi’i, takbir mutlak atau juga disebut takbir mursal, baru dimulai sejak terbenamnya matahari 9 Arafah atau tepat di maghrib malam hari raya. Walaupun ada juga sebagian syafi’iyyah yang mengatakan bahwa permulaan takbir mutlak adalah sejak fajar shidiq hari Arafah. Takbir mutlak ini terus berlangsung sampai diakhiri sesaat sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. 

Sedangkan untuk takbir muqayyad, maka dimulai sejak habis maghrib malam hari raya hingga habis ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Pada takbir muqayyad hendaknya dibaca terlebih dahulu sebelum berdzikir rutin setelah shalat fardhu. 

Berikut Keutamaan Hari Tasyrik:

Hari Utama Berdzikir dan Takbir 

Dalil keutamaan untuk bertakbir pada hari raya hingga tiga hari tasyrik bersumber dari Al-quran dan Hadits nabi Muhammad SAW.  

Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:   

Dan berdzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari yang berbilang.

(QS. Al baqarah: 203)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan hari-hari yang berbilang ialah hari-hari tasyrik (menjemur dendeng); juga dikenal dengan sebutan hari-hari yang telah diketahui, yaitu hari belasan.

Membaca Doa Sapu Jagad 

Amalan Hari tasyrik berikutnya yakni berdoa. Doa yang dipanjatkan Nabi SAW saat melakukan wuquf dan hari tasyrik yakni: 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

“Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.””

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu memanjatkan doa sapu jagad tersebut;

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan Doa Sapu Jagad tersebut mencakup semua kebaikan di dunia dan memalingkan semua keburukan, karena sesungguhnya kebaikan di dunia itu mencakup semua yang didambakan dalam kehidupan dunia, seperti kesehatan, rumah yang luas, istri yang cantik, rezeki yang berlimpah, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang mudah, dan sebutan yang baik serta lain-lainnya. 

Kebaikan di akhirat yang dimaksud pada doa ini adalah masuk surga dan hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti aman dari rasa takut yang amat besar di padang mahsyar, dapat kemudahan dalam hisab, dan lain sebagainya.

Bersedekah 

Keutamaan Hari tasyrik berikutnya yakni momentum tepat bersedekah daging kurban kepada sesama.  

Qurban sejatinya ibadah yang bernilai sosial. Di tengah wabah pandemi Covid-19, ibadah qurban sangat penting untuk sama-sama membantu mereka yang kesusahan. 

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir” (QS. Al-Hajj: 28)”

Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah, berilah makan orang miskin dan hadiahkanlah.” (HR Bukhari 5567, Muslim 1972).

Hari Makan dan Minum 

Pada hari tasyrik, Muslim dilarang untuk berpuasa. Sebaliknya, Muslim dianjurkan makan dan minum sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

«إن هذه أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ» 

Sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah. 

 

Di hari tasyrik, Muslim juga dilarang untuk berpuasa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah ra.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW menyuruh Abdullah ibnu Huzafah untuk berkeliling di Mina menyampaikan seruan berikut: Janganlah kalian melakukan puasa pada hari-hari ini, karena sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah SWT”. (HR Muslim). 

Bersyukur 

Pada hari Tasyrik terkumpul berbagai macam nikmat badaniyah dengan makan dan minum, juga terdapat nikmat qolbiyah (nikmat hati) dengan berdzikir kepada Allah. Sebaik-baik hati adalah yang sering berdzikir dan bersyukur. Dengan demikian nikmat-nikmat tersebut akan menjadi sempurna.

Jika kita diberi taufik untuk mensyukuri nikmat, maka syukur yang baru itu sendiri adalah nikmat. Sehingga perintah syukur selamanya tidak akan usai

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close