KabarKeislamanUmum

Latar Belakang Masyarakat Madinah Sebelum Adanya Rasul

Mekah dan Madinah menjadi dua kota di Arab Saudi yang merupakan kota suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Di kota Madinah atau Madinah Al Munawwarah, terdapat Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di sebelah rumahnya pada tahun 632 atau sekitar 1400 tahun lalu.

Di awal berdirinya Masjid Nabawi, bangunannya tidak memiliki atap dan digunakan sebagai tempat berkumpulnya majelis masyarakat serta sekolah agama. Dalam hadis, Rasulullah bersabda, “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala 1000x. Dan Shalat di Masjidil Haram (Mekkah) memiliki pahala 100000x.”

Di zaman Rasulullah, Madinah menjadi kota pusat dakwah begitu juga pemerintahan dan pengajaran Islam. Bagaimanakah sejarah kota Madinah sebelum adanya Nabi Muhammad SAW?

Penduduk Asli Madinah

Dalam sejarah kota Madinah, penduduk asli Madinah terdiri dari dua suku Arab yaitu Aus dan Khazraj. Sebelum kedatangan Rasulullah, dua suku ini sudah cukup lama terlibat konflik dan permusuhan. Walaupun begitu, suku Aus dan Khazraj sebenarnya merasa lelah dengan permusuhan di antara mereka dan mereka berusaha untuk menghentikan konflik yang ada. 

Selanjutnya, enam orang pemuda Yastrib bertemu dengan Rasulullah di Aqabah Mina. Keenam pemuda tadi tertarik dengan ajaran Rasulullah dan yakin bahwa Rasulullah mampu membawa harapan bagi bersatunya dua suku yang berselisih. 

Muncul Komunitas Muslim

Pada akhirnya, proses baiat Aqabah pertama terlaksana dan diikuti oleh dua belas orang. Baiat Aqabah kedua diikuti lebih banyak orang, yaitu 70 orang hingga terbentuklah komunitas muslim dari suku Aus dan Khazraj di Madinah. Komunitas muslim ini semakin lama semakin berkembang terutama setelah datangnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Kelompok dari komunitas ini berperan sebagai pembela dan pendukung Rasulullah dan para sahabat yang hijrah ke Madinah, baik yang sudah ada sebelum Rasulullah datang maupun setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Kaum Anshar

Suku Aus dan Khazraj tadi kini berubah menjadi kaum Anshar, yakni para penolong yang membantu kaum muslimin Makkah yang hendak hijrah ke Madinah. Sahabat-sahabat Nabi yang hijrah dari Mekah ke Madinah disebut kaum Muhajirin.

Kaum Muhajirin datang ke Madinah menempuh perjalanan sejauh 450 kilometer dengan segala keterbatasan. Segala harta kekayaan mereka mulai dari rumah, ternak, kebun, dan kekayaan lainnya mereka tinggalkan di Mekah.

Bagi Abdurrrahman bin Auf, yang terkenal sangat kaya, juga rela meninggalkan hartanya. Karena baginya, bisa hijrah ke Madinah saja sudah merupakan keberkatan karena tokoh Quraish menghalangi mereka semua untuk hijrah dengan segala upaya mereka.

Bersatunya Kaum Anshar dan Kaum Muhajirin

Para kaum Muhajirin yang hijrah ke Madinah, mereka banyak dibantu oleh kaum Anshar yang bersedia menampung mereka yang tidak bisa menginap di Masjid yang baru dibangun Rasulullah. Rasulullah-lah yang dengan upayanya yang cemerlang, yang tidak pernah dilakukan oleh pemimpin manapun, yang berhasil mempersatukan kaum Anshar dan kaum Muhajirin

Di rumah Anas bin Malik, Rasulullah mempersaudarakan sembilan puluh orang laki-laki dari kaum Anshar dan Muhajirin. Hal ini terdapat dalam QS Al-Anfal 8:75 yang berbunyi, “Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga).”

“Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Setelah dipersaudarakan oleh Nabi, kedua kaum berbagi hampir apa saja yang mereka miliki. Merekahlah yang menjadi komunitas masyarakat Muslim pertama di Madinah.

Itu tadi sedikit sejarah kota Madinah mulai dari sebelum kedatangan Rasulullah hingga Rasulullah hijrah ke Madinah. Keberhasilan Beliau dalam mempersatukan dan mempersaudarakan kaum Anshar dan kaum Muhajirin membentuk komunitas masyarakat Muslim di kota suci kedua ini.

 

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close