Doa

KEUTAMAAN DOA DAN ADAB-ADABNYA KETIKA BERDOA

Doa adalah salah satu bentuk komunikasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya. Tak hanya ketika sholat, kamu bisa berdoa kapan saja dan di mana saja. Dengan berdoa, kamu bisa sekaligus mengutarakan isi hati dan keluh kesahmu kepada Allah SWT. Jangan lupa, panjatkan doa juga saat kamu merasa bahagia sebagai bentuk rasa syukur. Dengan begitu, hati akan menjadi lebih tenang dan juga tentram.

Dalam ajaran Islam, kebiasaan berdoa mungkin sudah kamu rasakan sejak kecil. Memohon ampun hingga menyampaikan keinginan menjadi doa yang dipanjatkan. Nggak cuma untuk kebaikan di dunia, namun juga di akhirat. Hal ini pun tidak terlepas dari riwayat yang menyebutkan,

“Al du’a silaahul mu’min,”

Artinya:

Doa itu senjatanya orang yang beriman.

Sehingga, seharusnya kamu tidak perlu ragu untuk menyampaikan doamu kepada Allah SWT Sang Pencipta bumi dan seisinya. Sebab, di dalam sebuah doa terdapat keutamaan yang menjadikannya sumber ketenangan hati. 

Keutamaan doa dalam ajaran Islam.

Berdoa menjadi cara yang ampuh untuk meraih ketenangan. Kamu bisa menyampaikan harapan dan keinginanmu kepada Sang Khalik. Dengan berdoa dan berusaha secara sungguh-sungguh, kamu akan lebih mudah untuk meraih impianmu. Bahkan Allah SWT menjanjikan untuk mengabulkan permohonan hambaNya. Janji ini tercatat dalam Alquran Surat Ghafir (QS 40:60)

“Wa qoola robbukumud’uuniii astajiblakum, innallaziina yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriin.”

Artinya:

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.

Bukan hanya sekali Allah SWT menyampaikan janjinya dalam mengabulkan doa. Penjelasan lain tertulis pula dalam Surat Al Baqarah ayat 186 (QS 2: 186), yang berbunyi:

“Waizaa sa’alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii qorii, ujiibu da’watad-daa’i izaa da’aani falyastajiibuu lii walyu’minuu bii la’allahum yarsyuduun.”

Artinya:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.

Adab berdoa sesuai ajaran Rasulullah SAW.

1. Berdoa dengan penuh harap.

Dalam surat Al Anbiya ayat 90, Allah berfirman:

“Fastajabnaa lahi wa wahabnaa lahu yahyaa wa aslahnaa lahu zaujah, innahum kaanu yusaari’una fil-khairaati wa yad’unanaa ragabaw wa rahabaa, wa kaanu lanaa khaasyi’iin.”

Artinya:

“Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”

Dalam surat tersebut, Allah menyukai hambaNya yang berdoa dengan penuh harapan dan rasa takut akan dosa-dosa yang mereka miliki sehingga dapat menghalangi terkabulnya suatu doa.

2. Diliputi dengan rasa yakin.

Tambah rasa keyakinanmu ketika memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam surat Al Baqarah ayat 186, Allah berfirman:

“Wa izaa sa`alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii qariib, ujiibu da’watad-daa’i izaa da’aani falyastajiibu lii walyu’minu bii la’allahum yarsyudun.”

Artinya:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

 

3. Bersungguh-sungguh.

Allah SWT akan mengabulkan doa di waktu yang tepat. Sehingga jangan berkecil hati ketika kamu tidak mendapatkannya secara langsung. Namun kamu harus tetap melakukan doa dengan bersungguh-sungguh agar didekatkan dengan jawaban terbaik itu. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwasanya ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa maka hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam permohonannya kepada Allah dan janganlah ia berkata, ‘Ya Allah, apabila Engkau sudi, maka kabulkanlah doaku ini,’ karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa Allah.”

4. Terus semangat berdoa.

Hilangkan rasa khawatir dan ragu terhadap mukjizat Allah SWT. Pasalnya, Allah adalah penentu terbaik untuk kehidupan hambaNya. Ketika kamu belum mendapatkan yang kamu harapkan, jangan putus asa. Bisa jadi Allah memiliki alasan lain dengan menunda doamu. Dan yang perlu diingat, Allah tidak akan membebankan sesuatu yang tidak mampu dilalui hambaNya.

5. Menjauhi harta dan makanan haram.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. 

Firman-Nya, ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. Dan Allah juga berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku’. Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya?” (HR. Muslim)

Adapun sesuatu yang dapat menghalangi dikabulkannya suatu doa yakni karena seseorang memiliki harta atau makanan yang haram. Maka supaya doa lekas dikabulkan, jauhilah semua perkara yang haram dan tidak disukai oleh Allah SWT.

6. Melakukan taubat.

Salah satu cara agar doa mudah dikabulkan adalah dengan melakukan taubat. Cara ini menjadi bukti kesungguhanmu dalam memohon ampun kepada Allah SWT.

“Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah SWT.” (An-Nawawi, Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 372)

7. Memanjatkan pujian untuk Allah SWT.

Dari Fadhalah bin ‘Ubad Radhiyallahu anhu, ia berkata:

“Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan duduk-duduk, masuklah seorang laki-laki. Orang itu kemudian melaksanakan sholat dan berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah (dosaku) dan berikanlah rahmat-Mu kepadaku.’ Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau telah tergesa-gesa, wahai orang yang tengah berdoa. Apabila engkau telah selesai melaksanakan sholat lalu engkau duduk berdoa, maka (terlebih dahulu) pujilah Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya dan bersholawatlah kepadaku, kemudian berdoalah.’ 

Kemudian datang orang lain, setelah melakukan sholat dia berdoa dengan terlebih dahulu mengucapkan puji-pujian dan bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, ‘Wahai orang yang tengah berdoa, berdoalah kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan doamu.'” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Doa adalah wujud permintaan kita kepada Allah, maka dari itu ketika meminta sesuatu kepada Allah, sebaiknya dimulai dengan kalimat-kalimat pujian kepada Allah. Seperti misal diawali dengan kalimat, “Ya Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

8. Berdoa di waktu mustajab.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)

9. Menghadap ke kiblat.

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)

10. Menggunakan suara yang lemah dan lembut.

Seperti dalam surat Al A’raf ayat 55, Allah meminta hambaNya untuk memanjatkan doa dengan lembut. Hal ini juga terdapat dalam surat Al Isra ayat 110 yang berbunyi:

“Qulid’ullaaha awid’ur-rahmaan, ayyam maa tad’u fa lahul-asmaa`ul-husnaa, wa laa taj-har bisalaatika wa laa tukhaafit bihaa wabtagi baina zaalika sabiilaa.”

Artinya:

“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”

Mudah-mudahan dari ulasan yang sederhana ini, bisa menjadi wasilah doa-doa kita terkabul dan dimudahkannya segala urusan kita semua. Aamiin YRA

Leave a Reply

Back to top button
Close